Abstrak: Instruksi Presiden RI nomor 5 tahun 2003

ABSTRAK

 

Judul                           : Instruksi Presiden RI Nnomor 5 tahun 2003 tentang  Paket Kebijakan Ekonomi Menjelang dan Sesudah  Berakhirnya Program Kerjasama dengan IMF

Pengarang                   : Karina

Edisi/Cet                     : 1

Kota Terbit                  : Surabaya

Penerbit                       : Karina

Tahun Terbit                : 2003

Kolasi                          : xxi, 164 hlm ilus : 25 cm

ISBN                           : –

No Klas                       : 338 959 8 Ins i

 

Ikhtisar / Urian Singkat:

Buku ini memuat secara lengkap Instruksi Presiden RI No.5 Tahun 2003 tentang Paket Kebijakan Menjelang dan Sesudah Berakhirnya Program Kerjasama Dengan Internasional Monetary Fund beserta lampirannya yang terbagi dalam IV bab. Dengan adanya kebijakan-kebijakan ini kita semua berharap agar tidak malah memupuk, menumbuhkembangkan, serta meningkatkan tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang hingga detik ini masih tergambar dengan indahnya di wajah para “oknum” pejabat pemerintah dan wakil rakyat. Tetapi sebaliknya dapat menghidupkan hati nurani mereka yang telah mati untuk lebih mengutamakan kepentingan rakyat dibanding kepentingan nafsunya sendiri sehingga dengan demikian perkembangan perekonomian Indonesia dapat semakin mandiri dan dapat lebih baik dari sebelumnya. Kerjasama ekonomi antara Pemerintah RI dengan International Monetary Fund (IMF) selama ini telah turut serta meningkatkan daya tahan ekonomi Indonesia.

Untuk lebih mendayagunakan kemampuan sumber-sumber ekonomi dalam negeri guna menjaga dan meningkatkan daya tahan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan, Pemerintah telah merumuskan program-program sebagai pedoman kebijakan ekonomi menjelang dan sesudah berakhirnya program kerjasama dengan IMF. Atas pertimbangan-pertimbangan  inilah pemerintah pada tanggal 15 September 2003 mengeluarkan Instruksi Presiden yang mengatur paket kebijakan ekonomi menjelang dan sesudah berakhirnya program kerjasama dengan International Monetary Fund (IMF).

Dalam rangka pengakhiran program ekonomi dengan IMF tersebut, Pemerintah telah menyusun paket kebijakan ekonomi yang dilaksanakan terutama dalam tahun 2003 dan 2004 dengan sasaran pokok yaitu Memelihara dan memantapkan stabilitas ekonomi makro yang sudah dicapai, Melanjutkan restrukturisasi dan reformasi sektor keuangan dan Meningkatkan investasi, ekspor dan penciptaan lapangan kerja. Ketiga sasaran pokok itu dijabarkan ke dalam matriks rencana kerja seperti terlampir.Bersama-sama dengan RAPBN 2004 yang sudah disampaikan kepada DPR-RI, matriks-matriks rencana kerja ini merupakan upaya pemerintah untuk mengamankan masa transisi pasca program IMF, agar pemulihan ekonomi nasional dapat terus berlanjut dalam tahun 2004 dan sesudahnya.