BIOGRAFI GUBERNUR RIAU KE-10 : H. ANNAS MAAMUN (2014-2016)
Drs. H. ANNAS MAAMUN atau dikenal Atuk Annas (85 tahun) merupakan pria Bagan Siapi-api (Rokan Hilir, Riau) kelahiran 17 April 1940. Annas menjadi Gubernur ke-8 Riau selama lebih kurang 7 bulan (19 Februari 2014 – 25 September 2014).
TIDAK ada yang tahu dengan perjalanan hidup anak manusia. Tidak juga H. Annas Maamun, yang berasal dari Bangko, khususnya Bangko Kanan, putera dari Maamun nama Ayahnya yang belakangan sempat menduduki kursi Gubernur Riau. Bermula karirnya sebagai Guru SMP di Bagansiapi-api, ibukota Kabupaten Rokan Hilir atau ROHIL, dari 1960 sampai 1964, siapa mengira kursi orang pertama di Provinsi Riau pernah didudukinya?
Bersama dengan istrinya, Hj. Latifah Hanun, dan anaknya berjumlah 10 orang tinggal di Bagan Siapi-api, Rokan Hilir Provinsi Riau. Jabatan Gubernur Riau memang sudah menjadi target bagi Annas Maamun dalam meniti karir di dunia politik praktis sebuah jalur yang ia pilih setelah sebelumnya cukup lama mengabdi sebagai aparat di jajaran birokrasi pemerintahan. Informasi yang diperoleh menyebutkan Annas Maamun pernah mengatakan akan berupaya dengan sekuat tenaga untuk merebut posisisi sebagai Gubernur Riau, kendati jabatan itu hanya sehari saja ia emban.
Bila merujuk rekam jejak (track record), Annas Maamun akrab disapa, merupakan sosok yang sarat pengalaman, boleh jadi karena usianya yang sudah tua, yang pada April 2014 sudah tercatat 74 Tahun. Usai menjadi guru SMP di Bagan Siapi-api, rentang waktu 1960-1964.
Anas memasuki birokrasi pemerintahan ketika dipercaya menjadi Kepala Urusan Pembangunan Masyarakat Desa pada Kantor Camat Bangko Bagan Siapi-api yang dijalani dari Tahun 1970 sampai 1976. Sementara pada 1977 Anas dipercaya menjadi Kasi PUGR Kantor PMD Kabupaten Bengkalis, untuk kemudian menjadi Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada Kantor PMD Kota Madya Pekanbaru, dari Tahun 1978 sampai 1980.
Jabatan Kepala Kantor Camat Rumbai diemban Anas dari 1981 sampai 1985, sementara di 1986 Anas menjabat sebagai Plt. Camat di Kecamatan yang sama. Berikutnya, dari 1987-1991 Annas berkiprah di propinsi, dengan menjabat sebagai Kepala Seksi Latihan Direktorat PMD Provinsi Riau 1987-1991. Usai itu, ia balik ke daerah dengan dipercaya sebagai Kepala Kantor PMD Kabupaten Bengkalis, yang dijalaninya dari 1992 sampai 1996.
Kepala Kantor PMD Bengkalis merupakan jabatan terakhir Anas di birokrasi. Pemerintahan. Anas kemudian memutuskan terjun ke politik praktis, dan dipercaya menjadi Ketua Fraksi Karya Pembangunan DPRD Kabupaten Bengkalis dari 1997 sampai 1999. Posisi terakhir sepertinya loncatan bagi Anas untuk merebut jabatan yang lebih tinggi lagi, yaitu Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis yang dijalaninya dari 1999 sampai 2001.
Begitu Rokan Hilir menjadi daerah otonom tersendiri, yang terpisah dari Kabupaten Induk Bengkalis. Anas pula yang dipercaya menjadi Ketua DPRD Rohil untuk periode 2001 – 2005. Begitu di Rohil digelar Pemilukada tahun 2006, Anas menyatakan ikut bertarung, dan terpilih sebagai Bupati Rohil periode 2006-2011. Dalam ajang Pemilukada Rohil itu, Anas didampingi Suyatno sebagai Wakil Bupati. Lima tahun kemudian, ketika di Rohil kembali digelar Pemilukada, yang dimaksudkan memilih Bupati dan Wakil bupati Rohil periode 2011-2016; Anas yang kembali maju – dan lagi-lagi berpasangan dengan Suyatno sebagai calon Wakil Bupati dinyatakan terpilih, dan berhak memimpin Rohil sampai 2016 mendatang. Tapi, belum tuntas jabatan Bupati Rohil periode kedua dijalani lima tahun, KPU Riau kemudian memutuskan Anas dan pasangannya sebagai pemenang Pilgub Riau 2013.
Melalui sidang paripurna istimewa DPRD Provinsi Riau, pada tanggal 19 Februari 2014 ditetapkan sebagai Gubernur Riau periode 2014-2019, dengan Arsyadjuliandi Rachman pada Wakil Gubernur Riau untuk periode yang sama. Pelatikan dan Pengambilan sumpah duet pemimpin baru Provinsi Riau itu dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi atas nama Presiden R.I. Tapi jabatan sebagai Gubemur Riau definitif hanya sekitar tujuh bulan diduduki oleh Annas Maamun. Bersebab persoalan hukum dugaan kasus suap yang dijeratkan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Annas. Pada Rabu, 6 Oktober 2014, melalui sebuah Surat Keputusan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Annas Maamun dinon-aktifkan sebagai Gubernur Riau, dan selanjutnya menunjuk Wakil Gubemur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman sebagai Plt. (Pelaksana Tugas) Gubemur Riau.
Ditandatangani oleh Presiden R.I Susilo Barnbang Yudhoyono pada hari Rabu tanggal 6 Oktober 2014, keesokan harinya, Kamis tanggal 7 Oktober 2014, Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan langsung mengantarkan Surat Keputusan Presiden itu ke Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, dan langsung menyerahkannya ke Wakil Gubemur Arsyadjuliandi Rachman. untuk selanjutnya Plt. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman akan ditetapkan sebagai Gubernur Riau definitif.
RIWAYAT PENDIDIKAN:
- SR. Negeri No.01 Bagansiapiapi (1945);
- SGB. Negeri Bengkalis (1957);
- SGA. Negeri Tanjung Pinang (1960);
- PGSLP Negeri Padang Tugas Belajar (1962);
RIWAYAT ORGANISASI:
- Ketua PPSG-SGB Bengkalis (1955-1957);
- Sekretaris PPSG-SGA Tanjung Pinang (1958-1959);
- Ketua PPSG-SGA Negeri Tanjung Pinang (1959-1960);
- Ketua Pemuda H. Washlyah Bagansiapiapi (1964-1967);
- Ketua SPSI Kabupaten Bengkalis (1996-1998);
- Ketua H. Jamiyatul Washliyah Rokan Hilir (2004-2007);
- Ketua DPD I Golkar Riau (2014 -);
- Kader Partai Nasdem (2021-);
RIWAYAT JABATAN:
- Guru SMP Negeri Bagansiapiapi (1960-1964);
- Tugas Belajar PGSLP Negeri Padang (1965-1966);
- Guru SMP Negeri No. 02 Pekanbaru (1967-1968);
- Misbaarheid Verklaring / Surat Bukti lulus Pindah Jawatan ke Direktorat Jendral Pembangunan Masyarakat Desa Departemen Dalam Negeri (1969);
- Kepala Urusan PMD Pada Kantor Camat Bangko Bagansiapiapi (1970-1976);
- Kasi PUGR Kantor PMD Kabupaten Bengkalis (1977);
- Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada Kantor PMD Kota Madya Pekanbaru(1978-1980);
- Kepala Kantor Camat Rumbai (1981-1985);
- Plt. Camat Rumbai (1986) (7 bulan);
- Kepala Seksi Latihan Direktorat PMD Provinsi Riau (1987-1991);
- Kepala Kantor PMD Kabupaten Bengkalis (1992-1996);
- Ketua Fraksi Karya Pembangunan DPRD Kabupaten Bengkalis (1997-1999);
- Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis (1999-2001);
- Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hilir (2001-2005);
- Bupati Rokan Hilir (2006-2011);
- Bupati Rokan Hilir (2011-2013);
- Gubernur Riau (2014).
Dirilis Kembali pada Bulan Juli 2025
Oleh: Irwan, SH.,M.Si
Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau












