BIOGRAFI GUBERNUR RIAU KE-12 : WAN THAMRIN HASYIM (2018-2019)

Walau hanya lebih kurang 2 bulan menjabat sebagai Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim tetaplah akan dikenang oleh masyarakat. Berawal dari tahun 2018  sehubungan dengan pencalonan Andi Rachman sebagai salah satu calon Anggota DPR-RI dari Partai Golongan Karya,   maka jabatan Gubernur Riau yang telah diembannya selama beberapa tahun terakhir ditinggalkannya. Maka Wan Thamrin Hasyim sebagai yang menjabat Wakil Gubernur pada saat itu ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau sebelum akhirnya dilantik sebagai Gubernur Defenitif pada 10 Desember 2018 hingga berakhir pada 19 Februari 2019.

Wan Thamrin Hasyim adalah anak ke empat dari lima bersaudara dari pasangan  H. Wan Hasyim dengan Hj. Wan Jamilah yang lahir pada 27 Desember 1944 di Bagansiapiapi, Sumatera Utara. Istri Wan Thamrin Hasyim bernama Wan Rosmiyati, mereka mempunyai empat orang anak, dua anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Tidak banyak yang dapat diketahui tentang riwayat pendidikan Wan Thamrin Hasyim, sekilas diketahui beliau menghabiskan masa pendidikannya di Sumatera Utara mulai dari SR, SD, hingga SMA.

Sebelum menjadi Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim pernah ditunjuk sebagai Pelaksana  Tugas Bupati selama 1 tahun, ketika Kabupaten Rokan Hilir dimekarkan dari kabupaten Bengkalis pada tahun 2000.

Setelah satu tahun sebagai PLT akhirnya Wan Thamrin Hasyim dilantik sebagai Bupati Defenitif pertama pada periode tanggal 7 Juli 2001 sampai dengan tanggal 7 Juni 2006. Seiring perjalanan karirnya kemudian pada 12 Mei 2017 setelah melalui mekanisme sistem pemilihan melalui DPRD beliau dilantik sebagai Wakil Gubernur  mendampingi Arsyadjuliandi Rachman.

Selama masa jabatannya sebagai Bupati, ia melayani masyarakat dibawah kepemimpinan 3 masa jabatan presiden RI yakni Presiden Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, dan Susilo Bambang Yudhoyono, dan dibawah 2 masa jabatan Gubernur Riau yaitu Saleh Djasit dan Rusli Zainal.

Selepas dari masa jabatannya sebagai Bupati, beliau turut mengelola Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji, selain itu namanya juga pernah tercatat menjadi Anggota Dewan Kehormatan Adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, pengurus Yayasan Raja Ali Haji (2006—2016), Bendahara DPD I Partai Golkar Kepulauan Riau dan Anggota Dewan Pertimbangan DPD I Partai Golkar Riau

Perjalanan Karir :

Wan Thamrin Hasyim merupakan seorang birokrat sekaligus politisi berkebangsaan Indonesia yang berasal dari Riau. Perjalanan kariernya yang panjang dan beragam dalam pelayanan publik telah menjadikannya figur penting dalam administrasi regional dimana puncak kariernya adalah pada saat ia bertugas menjadi seorang Gubernur Riau pada 10 Desember 2018 hingga 19 Februri 2019. Pengalamannya dalam beberapa dekade di berbagai bidang pelayanan publik dengan menduduki posisi kepemimpinan penting mencerminkannya sebagai birokrat dan politisi yang memiliki keahlian teknis luar biasa serta kecerdasan akan bidang politik.

Perjalanan kariernya sebagai seorang birokrat dimulai pada tahun 1974-1983 dimana ia bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Daerah Provinsi Riau. Kemudian pada tahun 1983 ia ditunjuk sebagai Kepala Cabang Dinas Pendapatan Daerah (Kacab Dispenda) di salah satu Kabupaten yang sekarang menjadi wilayah administratif Provinsi Kepulauan Riau dan berakhir pada tahun 1987. Setelah itu pada tahun 1987-1995 ia bertugas sebagai Kepala Dispenda Tk. II Kabupaten Kepri. Selanjutnya ia bertugas sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Kepri dari tahun 1995 hingga 1997.

Karirnya terus menanjak naik ketika beliau dipercaya menduduki salah satu jabatan bergengsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau sebagai Kepala Biro Perekonomian pada tahun 1997 sampai dengan tahun 1998, dan Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Riau pada tahun 1998 hingga tahun 2000.

Setelah masa jabatannya sebagai Gubernur Riau berakhir pada 19 Februari 2019, H. Wan Thamrin Hasyim memilih untuk memasuki masa purnabakti dari dunia politik aktif. Kendati demikian, semangat pengabdiannya kepada masyarakat Riau tidak luntur. Beliau tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, serta memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan daerah.

Wan Thamrin Hasyim dikenal sebagai sosok yang bijaksana dan sederhana, serta sangat mencintai budaya Melayu. Dalam masa pensiunnya, beliau kerap menjadi penasihat bagi berbagai organisasi kemasyarakatan di Riau, khususnya yang berfokus pada pelestarian adat dan budaya. Kehadiran dan nasihatnya selalu dinantikan, mengingat pengalaman panjangnya dalam birokrasi dan pemerintahan.

Selain itu, Wan Thamrin Hasyim juga kerap mengisi waktu dengan mendalami ilmu agama dan memperbanyak ibadah. Beliau dikenal sebagai pribadi yang religius dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek kehidupannya. Dedikasinya terhadap keluarga juga sangat terlihat, beliau menghabiskan lebih banyak waktu bersama istri, anak-anak, dan cucu-cucunya.

Meskipun tidak lagi memegang jabatan publik, nama Wan Thamrin Hasyim tetap dikenal dan dihormati oleh masyarakat Riau sebagai salah satu putra terbaik daerah yang telah banyak berkontribusi bagi masyarakat. Kisah hidupnya, dari seorang Pegawai Negeri Sipil hingga mencapai puncak karier sebagai Gubernur Riau, menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan integritas dan dedikasi. Hingga saat ini, beliau terus menjadi tokoh panutan yang memberikan contoh nyata tentang pentingnya menjaga nilai-nilai luhur dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

Demikian sekilas literasi untuk pembaca.

Dari Pustakawan Madya TM, Tetty Meriana S, S.IP (Pekanbaru, 31 Juli 2025)