DIPERSIP Provinsi Riau Menghadiri Pemusnahan Arsip di Lingkungan Kantor Satpol PP Provinsi Riau

Bagikan ke Media Sosial

Shares


Pekanbaru-Kantor satuan polisi pamong praja Provinsi Riau melaksanakan pemusnahan arsip pada hari Senin tanggal 27 Desember 2021 yang dihadiri oleh Van Lofen,SE,M.Si selaku kepala bidang penegakan peraturan daerah mewakili KASATPOL PP Provinsi Riau. Dia menyampaikan terima kasih kepada pihak Dipersip Riau yang Arsiparis Satpol PP dari pelaksanaan penilaian, memverifikasi, persetujuan tertulis dari gubernur tentang persetujuan persetujuan pemusnahan, sampai tahapan akhir yaitu saksi pemusnahan dan Berita Acara arsip yang tidak memiliki nilai guna itu dapat dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku .

Dia juga mengharapkan fungsional Arsiparis tetap semangat dan selalu berkonsultasi dengan pihak dipersip untuk kemajuan di lingkungan Satpol PP provinsi Riau dan mengucapkan terima kasih kepada Inspektorat dan Hukum Setda Provinsi Riau.

Sementara itu Kadis Dispersip yang diwakili oleh Syaifun Najib,SE,M.Si (Kabid Akuisisi dan penyimpanan arsip) menyampaikan ucapan terima kasih kepada satpol PP provinsi Riau yang sudah 2 kali melaksanakan pemusnahan arsip, ini sangat penting untuk diikuti OPD yang belum melaksanakan pemusnahan arsip , karena dengan pemusnahan arsip kita OPD telah melaksanakan amanat UU No.43 tahun 2009, PP 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan UU Nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, peraturan Kepala ANRI nomor 37 tahun 2016 tentang penerapan dan Peraturan Gubernur nomor 45 tahun 2019 tentang pengelolaan arsip aktif dan aktif dilingkungan pemerintah provinsi Riau dan telah melaksanakan SE MENPAN NO 01 tahun 2020 tentang pelestarian dan pelestarian arsip negara periode 2014-2019 outputnya adalah Pemusnahan,sejalan dengan hal tersebut mengingatkan kepada fungsional Arsiparis dilingkungan OPD melakukan pemindahan arsip dari unit pengolah ke unit kearsipan untuk memudahkan proses pemusnahan.

mengingatkan kembali dalam proses pemusnahan harus melalui prosedur dan tahapan. Dalam UU 43 Tahun 2009 tentang kearsipan pada pasal 86 menyatakan bahwa Setiap orang dengan sengaja memusnahkan arsip di luar prosedur yang benar-benar dipidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.500.000,00,- (lima ratus rupiah ).

Semoga apa yang kita laksanakan pemusnahan pada hari ini dan yang akan datang merupakan suatu amanah bagi kita untuk menyelamatkan arsip sebagai memori kolektif perjalanan daerah, bangsa dan negara Indonesia, mulailah membenahi arsip.

Salam Arsip.

Sumber: H. Khairiansyah(Arsiparis Madya DIPERSIP)