DIPERSIP RIAU GELAR FESTIVAL LITERASI RIAU YANG MERUPAKAN RANGKAIAN HARI JADI ke-69 PROVINSI RIAU

[PEKANBARU]-Dinas perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau Menggelar Festival Literasi Riau yang merupakan Rangkaian Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, Festival Literasi tahun 2026 ini dikemas dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari Gelar Wicara Literasi, bedah buku, aksi seni budaya, hingga mendongeng. Mengusung tema “Riau Membaca, Generasi Berkarya”, festival ini menjadi strategi untuk menjaga budaya baca di kalangan generasi muda di tengah gempuran teknologi digital.

KaDipersip Provinsi Riau, Indra,SE,M.Si,MM melaporkan bahwa festival akan berlangsung selama tiga hari dengan berbagai agenda edukatif. Seluruh rangkaian kegiatan festival tahun ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau, melainkan didukung penuh melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Indra berharap festival ini tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan mampu menggerakkan budaya membaca di Bumi Lancang Kuning hingga melahirkan karya-karya nyata dari generasi muda. Ia mengakui, meningkatkan minat baca merupakan tantangan tersendiri di era saat ini, sehingga perlu terobosan kegiatan yang kreatif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto  yang difokuskan di Perpustakaan Soeman HS Kota Pekanbaru, Rabu (5/8/2026). Dalam Sambutannya SF Hariyanto, “Hari Jadi Riau tidak cukup hanya diperingati dengan kemeriahan, tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas manusia Riau,”. Dirinya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau yang telah menyiapkan festival ini.

SF Hariyanto juga mengatakan, kehadiran para penulis, budayawan, pendidik, komunitas, pelajar, dan masyarakat menunjukkan bahwa semangat literasi di Riau terus tumbuh. Berdasarkan pengukuran tahun 2025, tingkat kegemaran membaca masyarakat Riau berada pada angka 58,59 persen. Sementara dalam RPJMD Provinsi Riau, kita telah menetapkan target sebesar 73 persen pada tahun 2029. Angka ini menjadi dasar bagi kita untuk memperkuat langkah bersama.

SF Hariyanto juga menjelaskan bahwa literasi bukan hanya urusan perpustakaan, tetapi bagian dari upaya membangun manusia Riau yang cerdas, kreatif, unggul, dan mampu menghadapi perubahan.

Lebih lanjut SF Hariyanto menjelaskan ada dua hal yang perlu kita tetapkan. Pertama, membaca harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Dimulai dari rumah, diperkuat di sekolah. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya kebiasaan membaca. Saya berharap Dinas Pendidikan, para kepala sekolah, dan guru bersama-sama menghidupkan perpustakaan sekolah, Kedua, literasi harus membentuk masyarakat yang cermat dalam menerima informasi.

Menurut SF Hariyanto, saat ini, informasi sangat mudah diakses dan bisa didapat dari mana saja dan kapan saja. Sehingga masyarakat tidak hanya perlu mampu membaca, tetapi juga harus mampu memahami, memeriksa sumber, membedakan fakta dengan pendapat, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Kecakapan seperti inilah yang akan melindungi generasi muda kita dari berita bohong, penipuan digital, dan berbagai pengaruh yang merugikan masa depan mereka.

Dirinya berharap Festival Literasi Riau menjadi ruang untuk membangkitkan minat masyarakat untuk membaca, membuka kesempatan bagi para penulis dan pelaku kreatif, serta mendekatkan buku kepada anak-anak dan keluarga.

Tidak lupa SF Hariyanto mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang diberikan untuk Provinsi Riau Kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. SF Hariyanto berharap kolaborasi ini semakin kuat, terutama dalam memperluas akses bahan bacaan, mengembangkan layanan perpustakaan digital, meningkatkan kapasitas pustakawan, serta menjaga dan mengenalkan kekayaan intelektual Melayu Riau.

“Saya percaya, dengan kebersamaan sepihak, Riau Membaca, Generasi Berkarya kita wujudkan dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya selama festival berlangsung,” katanya.

Memasuki usia ke-69 tahun Provinsi Riau, dirinya berharap seluruh pihak menyiapkan generasi yang tidak mudah menyerah, tidak mudah percaya pada informasi yang keliru, dan tidak pernah berhenti belajar.

#FestivalLiterasiRiau2026 #HUTProvinsiRiauke-69