Gesa Program Transformasi Dipersip Undang Tim Sinergi

Bagikan ke Media Sosial

Shares

Dipersip.riau.go.id. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  (Dipersip) Provinsi Riau selaku leading sector Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Provinsi Riau melaksanakan pembahasan program untuk tahun 2022. Kegiatan ini turut mengundang Tim Sinergi Provinsi dalam mendukung keberlangsungan program kedepannya. Pembahasan berlangsung di ruang rapat Dipersip.

Disela pembahasan, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Riau- Mimi Yuliani Nazir menyampaikan pandangannya terkait Program Transformasi Perpustakaan Ini. Menurutnya Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini sangatlah bermanfaat bagi perkembangan literasi hingga kelapisan masyarakat pedesaan. ” Kita harus meningkatkan lagi peran provinsi dan tim sinergi, jangan hanya berada di peringkat 3 regional Sumatra saja, kedepannya kita harus masuk 10 besar Nasional dari 34 provinsi yang ada. Saya lihat program ini sangat membantu perkembangan literasi pada masyarakat. kita juga sudah mempunyai lebih dari 16 Mitra dalam mendukung program ini, baik dari komunitas maupun organisasi pemerintah.”. Terang wanita lulusan Universitas Andalas Padang ini. Selain itu Mimi juga berpesan kepada semua Tim  yang tergabung dalam program ini untuk terus berinovasi dan selalu memberikan laporan baik dalam laporan tertulis maupun yang sudah diinput kedalam sim transformasi perpustakaan. “Jumlah perpustakaan yang mengikuti program ini juga semakin banyak, tahun 2022 ini sudah menyentuh 9 Kabupaten/Kota dan 45 Desa di Riau, Jumlah ini belum termasuk Desa yang direplikasi. untuk itu kita harus semakin bekerja keras lagi.”. Ujarnya.

Dalam menjalankan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini, Dipersip Riau jelas memerlukan kerjasama yang kuat. kerjasama ini dibangun dalam Tim Sinergi. Mewakili Tim Sinergi dari Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Riau, Sri Mekka (Sekretaris Diskominfotik Riau) hadir pada pembahasan kali ini. ” Tahun 2021 lalu ada 283 Desa di Riau yang belum tersentuh internet, namun pada tahun itu juga kami sudah memberikan akses internet sebanyak 120 Desa. Sekarang ada 163 Desa yang masih termasuk kedalam blind spot. Mudah-mudahan tahun 2022 ini tidak ada lagi wilayah blind spot di Provinsi Riau, kami terus menggesanya, ini juga merupakan komitmen kami sebagai salah satu tim sinergi program literasi di Riau, Termasuk Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Ini.”. Ujar Sri Mekka.(RA)