BIOGRAFI GUBERNUR RIAU KE-7 : H. SALEH DJASIT (1998-2003)

GUBERNUR FUTURISTIK

Gubernur Futuristif;  yaitu gaya atau konsep yanng merujuk pada sesuatu yang bersifat atau berkaitan dengan masa, seringkali dengan ciri ciri inovatif, modern, dan berani keluar dari norma norma yang ada, dalam konteks arsitektur dan desain, futuristik mengarah pada gaya.

Haji Saleh Djasit di lahirkan di Pujud, Kabupaten Rokan Hilir,n Pada 13 November 1943. Ia dicatat sebagai gubernur ke 10,Sebelumnya, untuk rentang waktu 1986 sampai tahun 1996 menjadi bupati kabupaten Kampar.

Saleh Djasit tokoh yang sangat berjasa bagi perkembangan dunia pendidikan dan kebudayaan di Bumi Lancang Kuning, Riau, Salaeh Djasit merupakan salah seorang putra terbaik Riau yang menggagas berdirinya SMA Plus ini menjadi tonggak kemajuan Pendidikan SMA di Riau dan telah menjadi kebanggaan masyarakat Melayu Riau.

Dengan visi dan misi Pembangunan Daerah di tetapkan peraturan Daerah Provinsi Riau Nomo: 36 Tahun 2001 tentang Pola Dasar Daerah Provinsi Riau Tahun 2001-2005, telah ditetapkan visi dan Misi Pembangunan Daerah Provinsi Sebagai Berikut:

Visi: Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis, Sejahtera Lahir dan  Bathin, di Asia Tenggara Tahun 2020.

  

BIODATA

Nama                                         : H. Saleh Djasit SH

Tempat dan Tanggal Lahir   : Pujud, 13 November 1943

Nama Ayah                              : Djasit gelar Kholipah Kholid

Nama Ibu                                 : Sofiah alias Opah

Riwayat Pendidikan:

  • Sekolah Rakyat tahun 1959 di sedingin
  • SMP Negeri 1 Pekanbaru tahun 1959, dan lulus pada tahun 1962
  • SMA Negeri 1 Pekanbaru. Namun ia tidak lama di sekolah ini. Ia pindah ke SMAN II di kota Padang, Sumatera Barat, dan lulus pada tahun 1965.
  • Secapa 1967 s/d 1968
  • Combat Intel pada tahun 1970, yaitu pendidikan keintelijenan di Adelaide, Australia.
  • AHM pada tahun 1979
  • Suslapakum pada tahun 1983
  • Suspa Banhatkum pada tahun 1983
  • Sus Ormil pada tahun 1984
  • PTHM pada tahun 1984
  • Sus Kim Mil pada tahun 1985
  • Tar P4 untuk eselon II pada tahun 1996

Riwayat Karir:

  • Bati Satlap Dipiad tahun 1967-1968
  • Dan Pos Intel/Makasar tahun 1968-1969
  • Dan Pos Intel/Jambi tahun 1971-1972
  • PA UR II RO III ASOP Pusintelsar tahun 1973-1974
  • Dan Tim Interogator Satgas Intel Kopkamtib tahun 1974-1975
  • Pama Sis AHM VII tahun 1975-1979
  • Karo II Bag Pers Diskumad tahun 1979-1982
  • Tua Senat Mahasiswa PTHM tahun 1981-1983
  • Ban Karo II Bag Pers Babinkum ABRI tahun 1983-1984
  • Pamen Babinkum ABRI merangkap Otmil tahun 1984-1985
  • Waka Otmil Sulsera di Ujung Pandang tahun 1985-1986
  • Bupati KDH tingkat II Kampar tahun 1986-1996
  • Asbin Ka Babinkum ABRI tahun 1996-1997
  • Walaksa Kamahmilgung tahun 1997
  • Anggota DPR RI tahun 1997-1998
  • Anggota DPR RI tahun 2004-2009

Bangunan yang Diwariskan:

  • Visi Pembangunan Provinsi Riau sebagai berikut: Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perdagangan dan Budaya Melayu dalam Masyarakat yang Agamis di Kawasan Asia Tenggara pada tahun 2020.
  • Menyusun Lima Pilar Pembangunan Riau.

Agar visi di atas menjadi kokoh dan dapat menjadi hikmah bagi seluruh masyarakat Provinsi Riau, perlu pula dirumuskan pilar-pilar pendukung yang dirancang sebagai berikut:

  1. Pembangunan Iman dan Takwa
  2. Pembangunan Sumber Daya Manusia
  3. Pembangunan Ekonomi Kerakyatan
  4. Pembangunan Kesehatan dan Olahraga
  5. Pembangunan Kebudayaan
  • Renovasi Masjid Agung Annur Pekanbaru
  • Pembangunan Stadion Hang Tuah di Rumbai, Pekanbaru
  • Sekolah Menengah Umum (SMU) Unggul
  • Peningkatan status Institut Agama Islam Negeri Sultan Syarif Qasim Pekanbaru menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada tahun 2002.

Narasi Pustakawan kepada Gubernur Futuristif dengan  masanya, Pada tahun (1998-2003) merupakan dua  sejarah yang terekam oleh saya pustakawan yaitu kreses moneter dan pemerintahan daerah otomoni.

Catatan

  1. Kreses ekonomi, untuk pengulangannya oleh pemerintah daerah muncul Bank Rakyat Daerah  atau BPR untuk membantu usaha menengah.
  2. Munculnya kebijakan pembentukan pemerintah daerah otonomi, kaitan dengan perpustakaan yaitu: Perpustakaan Nasional RI merupakan kebijakan Presiden, Perpustakaan Umum Provinsi dan Kabupaten/ kota yang di kelola oleh Kepala Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten Kota.

Usulan Tentang Perpustakaan; bahawa perpustakaan awalnya ber alamat jalan Thamrin Gobah Pekanbaru, dengan Dasar penyelenggaraan Perpustakaan untuk ikut mencerdaskan Rakyat, perpustakaan tempat pembelajaran sepanjang hayat dan tempat informasi ilmu pengetahuan yang dibutuh oleh masyarakat, sesuai visi untuk menunjang visi Provinsi Riau 2020.

Dengan berbagai saran dari penjabat Daerah, Para Dosen, Mahasiswa, Pelajar dan Masyarakat setempat, Kepala Perpustakaan, pejabat lainnya dan Pustakawan pada masanya, kerja sama menghadap Gubernur masanya untuk mencari tempat pembangunan Perpustakaan yang strategis di tengah pusat kota, Akhirnya mendapat kebijakan bahwa DPRD Provinsi sudah membangun tempat baru, perpustakaan mendapat persetujuan mendapatkan lahan ex Lahan DPRD Provinsi Riau samping Kantor Gubernur layak untuk Perpustakaan. Alhamdullilah, Amiin.

Pada tahun 2003/2004 resmi perpustakaan berada di jalan Sudirman.

Sedangkan untuk kelanjutannya oleh gubernur masanya….

Oleh: Sarmiyati, S.IP

Pustakawan DIPERSIP PROV. RIAU