Kadispersip Riau sampaikan Program Literasi di Radio Nasional

Bagikan ke Media Sosial

Shares

Dipersip.riau.go.id– Sabtu, 29 Januari 2022, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau-Dra. Mimi Yuliani N, Apt, MM jadi Narasumber di acara Indonesia Sepekan yang ditaja oleh Radio Nasional Smart FM. Acara ini dilaksanakan di Ruang Audio Visual Gedung Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau. Bersama 2 (dua) narasumber lainnya, Drs. Muhammad Arifin, M.Si- Kabid Aplikasi dan Informatika diskominfotik Riau dan Marhalim Zaini- Sastrawan Riau, Mimi membicarakan strategi pemerintah provinsi riau dalam meningkatkan minat baca masyarakat Riau.

“Tingkat minat baca Riau tergolong baik, terbukti dengan nilai yang dikeluarkan oleh perpustakaan nasional bahwa indeks literasi kita bernilai 58, sementara jumlah rata-rata indeks literasi nasional adalah 55.” Ujar Mimi. Namun menurutnya, meskipun di atas rata-rata nasional tapi masih belum masuk ke 5 (lima) besar nasional. Harapannya kedepan, Indeks Literasi masyarakat di Riau bisa mencapai 5 terbaik nasional.

Untuk mencapai target tersebut, Dipersip Riau memanfaatkan transformasi digital yang sedang terjadi saat ini. Sekarang Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau sudah meluncurkan beberapa program literasi dalam bentuk digital. “Kita punya I-Riau yang koleksinya sakarang berjumlah 75 ribu buku digital, selain itu kita juga punya kegiatan JELITA, bukan Jelang Lima Puluh Tahun ya, tapi Jendela Literasi dan Inspirasi Kita. Jelita ini bekerjasama lintas stakeholder dimana membahas tentang permasalahan masyarakat dan solusinya. Bulan ini sudah 4 (empat) kali dilaksanakan. Biasanya dilaksanakan rutin pada Hari Kamis, namun ada juga diselenggarakan malam hari untuk memberikan ruang kreatifitas bagi pegiat literasi kita, tema yang dibahas juga berbeda-beda. Misalnya kemaren membahas tentang persoalan pariwisata di Riau, besok ada lagi dengan pembahasan yang lain pula.’’ Terang Mimi.

Selain memanfaatkan transformasi digital, dipersip juga melakukan peningkatan kapasitas pengelolanya. “Selain peningkatan sarana dan prasarana, kami juga meningktakan kemampuan pustakawannya melalui seminar dan pelatihan baik secara online maupun ofline. Pelaksanaan Jelita juga merupakan inovasi yang digawangi oleh pengelola perpustakaan kita, ini merupakan contoh pengembangan kapasitas yang dilakukan. ‘’ terang Mimi.

Mimi juga menyampaikan keberhasilan beberapa program yang sudah dilakukan. Misalnya dari program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Program ini menyentuh masyarakat desa secara langsung. “Di Riau, tepatnya di Kabupaten Kampar, di Desa Sungai Sembilan. Ada seorang pengunjung perpustakaan yang sudah berhasil menciptakan produk jahe merah instan melalui buku yang dia baca di perpustakaan. Dan ini berhasil, selain itu di Siak juga ada seorang pengunjung yang mengikuti kegiatan di perpustakaan berhasil menjadi penata rias berkat kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan Siak.” Terangnya Kembali.

Untuk diketahui, di tahun 2021 lalu ada 9 (Sembilan) perpustakaan desa dan 2 (dua) perpustakaan kabupaten yang meraih penghargaan sebagai penyelenggara terbaik program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Dua perpustakaan desa dari Kampar, tiga dari perpustakaan desa dari Kabupaten Bengkalis, dua perpustakaan desa Kabupaten Rokan Hulu, dan Dua perpustakaan desa dari Kabupaten Siak. Untuk kabupaten ada Perpusda Kabupaten Bengkalis dan Perpusda Kabupaten Siak. (RA)