Wujudkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat DIPERSIP Kupas Renstra Bersama DPRD Riau

Bagikan ke Media Sosial

Shares

Pekanbaru, Kamis 27 Januari 2022

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau Dra. Mimi Yuliani Nazir, Apt., MM yang baru dua bulan diberi amanah memimpin DIPERSIP, langsung melakukan beberapa gebrakan terkait urusan Perpustakaan maupun Kearsipan. Salah satu diantaranya mengupas tuntas rencana strategis Dinas dengan beberapa kali rapat internal dengan pejabat struktural di lingkungan Dipersip Riau. Seperti hari ini Kadispersip bersama Sekretaris dan pejabat struktural lainnya menghadiri rapat dengan anggota dewan komisi V di DPRD Riau terkait Renstra Dipersip.

Kadispersip menyampaikan ekspos terkait urusan Perpustakaan maupun Kearsipan, diantaranya:
Rencana penambahan program kegiatan tahun 2023 kebutuhan yang diperlukan yaitu;

– Rapat kerja Perpustakaan se Provinsi Riau;

– Dana hibah Dewan Perpustakaan;

– Pembangunan Depo Arsip;

– Bantuan Pojok Baca Digital ke Kabupaten Kota se Riau;

– Pemeliharaan gedung berkala per 3 bulan;

– Pengadaan bahan bacaan buku dan e- book di Perpustakaan;

– Melakukan kegiatan stok opname;

– Rehabilitasi infrastruktur jaringan.

Begitupun urusan kearsipan dasar hukumnya berdasarkan undang-undang no 43 tahun 2009 tentang Kearsipan, kami sudah memaparkan kegiatan terkait dengan kegiatan depo arsip ditahun 2023, ujar Mimi.

Kadispersip Riau juga memaparkan dasar hukum mengenai perpustakaan nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan dan Undang-undang nomor 23/24 tentang pemerintahan daerah, menjelaskan beberapa fungsi perpustakaan umum sebagai:
– Perpustakaan pembina;
– Perpustakaan rujukan;
– Perpustakaan penelitian;
– Perpustakaan deposit.
dan peran perpustakaan dalam literasi dasar yaitu:
– literasi baca tulis;
– literasi numerik;
– literasi sains;
– literasi finansial;
– literasi digital.

Wewenang pemerintah bidang perpustakaan yaitu: – Pembinaan semua jenis perpustakaan yang diarahkan pada penerapan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) dan Akreditasi Perpustakaan merupakan salah satu poin penting yang menjadi arah kebijakan nasional terkait akreditasi perpustakaan.

Sesuai dengan visi misi pemerintah Provinsi Riau, “Terwujudnya Riau yang berdaya saing, sejahtera, bermartabat dan unggul di Indonesia (Riau Bersatu). Sangat berkaitan erat dengan sejarah perpustakaan Soeman Hs dan visi misi Dinas Perpustakaan bagaimana meningkatkan kualitas perpustakaan, bagaimana meningkatkan manajemen kearsipan, maksud kita meningkatkan aksesibilitas dan mutu perpustakaan sesuai dengan misi Gubernur Riau mewujudkan masyarakat Riau yang cerdas, mandiri dan sejahtera , harap Mimi.

Bagaimana kita bergerak membangun indeks literasi masyarakat kalau ruang lingkup anggaran kita tidak diperhatikan, ungkap mantan Kepala Dinas Kesehatan ini, ibarat orang sakit bagaimana mengobatinya kalau tidak punya biaya untuk berobat, begitu juga dengan Perpustakaan, bagaimana mau menyediakan bahan bacaan terbaru, berlangganan jurnal-jurnal pendidikan untuk masyarakat kalau anggaran untuk membeli bahan bacaan tidak diakomodir. Gedung Perpustakaan Soeman Hs yang berdiri megah sejak tahun 2008 sampai saat ini empat belas tahun tentunya butuh perawatan, dan perbaikan yang mana kondisi saat ini banyak ditemui kerusakan-kerusakan baik mobiler maupun fisik gedung seperti: ornamen gedung, dinding dan kaca gedung serta alat gondola untuk pembersihan kaca gedung. Begitupun dengan fasilitas tempat parkir, taman lingkungan dan rumah jaga yang ada di perpustakaan.

Menanggapi apa yang disampaikan Kadispersip Riau, Anggota komisi V DPRD Riau, Sulastri menambahkan gedung perpustakaan Soeman Hs memang sudah dibanggakan masyarakat, namun memang kita harus ada inovasi pengembangannya karna kita harus mempunyai arsip dan ide besar yang terkait pada dinas perpustakaan ini, seperti yang ditimpali oleh anggota dewan lainnya.