Musim Asap Kunjungan Pemustaka ke Perpustakaan Soeman Hs Meningkat

 

PEKANBARU: Langit di Pekanbaru tidak lagi biru, matahari tidak menampakkan wajah, hanya asap atau jerebu yang bertebaran ke sana ke mari. Jerebu timbul akibat kebakaran hutan dan lahan. Pemandangan ini seperti yang terjadi pada 2015 yang lalu terulang kembali di 2019. Riau negeri gambut dengan hutan-hutan terakhir yang tersisa tak seberapa. Dari tahun ke tahun hutan riau terkikis, beralih fungsi menjadi perkebunan sawit, akasia atau yang lainnya. Kini terbakar beratus-ratus hektar, sengaja atau tidak, begitulah cara mereka membuka lahan. Meski surat sakti pelarangan membuka hutan jelas-jelas ada, kabakaran tetap menjadi nyata. Setiap tahun masyarakat Riau dikepung asap, menghirup asap, berkubang asap, selalu menjadi korban asap bahkan sampai ke mancanegara. Bagi kami (Melayu) hutan adalah ibu, adalah maewah, adalah hulu, tempat warisan leluhur bermula, tempat air dan udara segar harus selalu dijaga. Jika rusak, menjadi bencana, menjadi duka.

Sejak pagi tadi hingga sore cuaca seperti mendung. Meskipun demikian, tidak ada tanda-tanda akan hujan. Suasana seperti ini berhari-hari. Hingga saat ini masyarakat masih menunggu datangnya hujan dari langit menguyur bumi. Dengan turunnya hujan, akan membersihkan udara. Hujan juga akan mematikan api yang sudah membakar hutan gambut beratus-ratus hektar. Mudah-mudahan cepat ditangani kebakaran hutan. Asap bukan saja ada di Pekanbaru. Asap juga sudah dirasakan di sejumlah tempat di pulau Sumatera, namun masih tipis jarak pandang masih normal, tidak separah di Pekanbaru.

Dimusim asap atau jerebu ini, salah satu tempat yang paling disukai masyarakat untuk dikunjungi adalah Perpustakaan Soeman HS. Di Perpustakaan ini selain warga bisa menikmati udara bersih dan sejuk di ruang berAC, juga bisa menambah ilmu. Khusus untuk anak -anak tingkat sekolah dasar di Layanan anak disediakan layanan menonton film edukasi, sehingga anak-anak yang diliburkan sekolahnya bisa menikmati layanan ini dan bisa sedikit menghibur mereka.

Hal ini membuat perpustakaan yang terletak di jalan Jenderal Soedirman Pekanbaru ini meningkat pengunjungnya selama musim kabut asap. Para pelajar diliburkan dari sekolah sejak tanggal 10 September 2019 sampai sekarang. Pelajar diliburkan guna menghindari dampak kabut asap sudah tidak sehat lagi.

Beberapa pengunjung Perpustakaan Soeman HS mengaku sengaja datang ke perpustakaan ini untuk menikmati udara bersih dan sejuk sehingga m,embuat sedikit nyaman dalam membuat tugas. Kalau di luar udaranya sudah tercemar, sedangkan disini udaranya bersih dan sejuk, karena ruangannya berpendingin udara.

Dikatakannya, selain itu di perpustakaan ini dirinya bisa menambah ilmu serta menikmati fasilitas yang ada seperti peminjaman buku-buku dan membaca sepuasnya, bahkan mereka yang belum pernah datang ke sini sebelumnya, disaat asap ini mereka berkunjung. Jadi ini tempat paling ideal untuk dikunjung selama kabut asap.

Sejak sekolah dliburkan karena kabut asap, pelajar dan mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktunya di Perpustakaan Soeman HS. Kalau dirumah suntuk dan udaranya tidak segar. Tapi kalau di perpustakaan ini udaranya segar dan sejuk, sehingga bisa betah berlama-lama, bahkan mereka berkunjung dari pagi sampai sore, paling mereka keluar jam shalat dan makan siang.

Meningkatnya jumlah pengunjung Perpustakaan Soeman HS selama musim kabut asap ini dibenarkan seorang pustakawan pelayanan perpustakaan, terlihat dari pengisian buku tamu pada setiap ruang pelayanan.

Tingkat kunjungan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum ke Perpustakaan Soeman HS Pekanbaru terus mengalami peningkatan. Bahkan saat ini jumlah pengunjung di perpustakaan kebanggaan masyarakat Riau itu sudah mencapai lebih 1.000 orang. Meningkatnya jumlah pengunjung ini disebabkan adanya pelayanan yang baik dari pihak perpustakaan.

Untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada pengunjung, Perpustakaan Soeman HS terus menambah koleksi buku-buku bacaan, juga buka pada hari Sabtu dan Minggu. Di saat pegawai pemerintah libur, perpustakaan tetap buka.

Dibukanya pada hari Sabtu dan Minggu ini ternyata jumlah pengunjung jadi makin membludak. Pengunjung pada hari Sabtu dan Minggu inilah yang terbanyak, bahkan banyak juga datang dari daerah lain.

Saat ini pengunjung Perpustakaan Soeman Hs sudah diatas 1.000 orang perhari. Memang kadang ada terjadi penurunan pada hari-hari tertentu, tapi kalau dirata-ratakan jumlahnya di atas 1.000 orang, apalagi kemarin Sabtu tanggal 14 September 2019 bertepatan hari kunjungan ke perpustakaan berkerjasama dengan Forum Lingkar Pena Mengadakan Bedah buku di lantai tiga. Peserta yang hadir pada acara tersebut lebih kurang sebanyak tujuh puluh orang. Ini bisa menambah kunjungan yang ada pada setiap layanan yang dibuka.

Pemustaka banyak yang datang, sejak beberapa pekan terakhir ini, terutama dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Peningkatannya sangat terasa dibandingkan hari lainnya. Di masa mendatang animo masyarakat untuk datang ke Perpustakaan Soeman terus meningkat. Diharapkan pihak perpustakaan akan terus melakukan pembenahan dengan meningkatkan pelayanan dan menambah koleksi-koleksi bukunya.

Ditulis oleh : Dahrial Iskandar, S,IP (Pustakawan Muda)