Sosialisasi SNP, Perka no.6 Tahun 2017 dan Permendagri no.33 Tahun 2019 Dalam Rangkaian Festival Literasi

 

Senin 7 Oktober 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Standar Nasional Perpustakaan Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan, Perka no 8 Tahun 2019 tentang Penyusunan Program dan Kegiatan lingkup Pemerintah Daerah dan Permendagri no 33 Tahun 2019 disampaikan oleh Dr. Hj. Rahima Erna serta penyampaian isu strategis pengembangan Perpustakaan baik Regional, Nasional maupun Internasional yang langsung dipaparkan oleh Narasumber dari Perpustakaan Nasional RI Irhamni, S.Sos., M.Hum (Kasubbag. Program dan Perencanaan Perpusnas RI) bertempat di ruang bedah buku lantai 3 Perpustakaan Soeman Hs Pekanbaru. Acara dibuka oleh Kepala Dipersip Provinsi Riau yang diwakili oleh Sekretaris Ayu Susanti, SE. Kegiatan ini dihadiri oleh DPRD Prov.Riau, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip KAb/Kota se Provinsi Riau, Bappeda Prov.Riau, BPKAD Prov.Riau, Dinas Pendidikan, Dewan Perpustakaan, Kepala TVRI Wilayah Riau, Kepala Sekolah SLTA wilayah Kota Pekanbaru, Forum Pustakawan Perguruan Tinggi Riau, dan Fungsional Pustakawan se Provinsi Riau.

Dalam materi yang disampaikan Irhamni (Perpusnas RI) bahwa Perpustakaan kedepan sangat pesat perkembangannya terutama teknologi informasinya. Namun berbicara mengenai Perpustakaan, tidak hanya membahas mengenai koleksi pustaka yang dimiliki dan pengembangan koleksi pustaka dalam bentuk digital. Masih ada Pustakawan yang dituntut kreatif dan inovatif yang dapat menjadi nilai jual dan penguat dari keberadaan Perpustakaan. Apalagi saat ini koleksi buku ataupun buku elektronik semakin mudah didapatkan dengan prosedur peminjaman dan pengembalian yang lebih mudah dan mandiri, bahkan tidak merepotkan peminjam.

Perpustakaan tidak boleh berhenti berinovasi, ke depan, bisa menjadi tempat untuk menemukan pengalaman yang lebih kaya bagi Pemustakanya. Dengan menjadi Perpustakaan inovatif, Perpustakaan akan selalu hidup, memberikan pengalaman baru, dan menghasilkan nilai tambah bagi orang-orang di sekitarnya dan menjadi paru-paru pengetahuan di dunia pendidikan. Perpustakaan tidak hanya sebagai pusat informasi melainkan pusat aktivitas masyarakat.