Abstrak: Bila Anak Cemburu

Bagikan ke Media Sosial

Shares

Judul                           :  Bila Anak Cemburu

Pengarang                   :  Michelle Kennedy

Edisi/ cetakan              :  –

Kota Terbit                  :  Jakarta

Penerbit                       : Erlangga

TahunTerbit                 : 2005

Kolasi                          : 128  hlm.: ilus,; 18 cm.

ISBN                           : 979-741-790-5

No.panggil                  : 155.4

 

Absrtak

 

Orang Tua tentu gusar jika anak balitanya yang manis mengamuk karena cemburu – kemarahan yang tak jelas, arahnya. Salah satu alasan yang sangat mengganggu kita adalah perasaan itu begitu mirip dengan yang kita alami sendiri. Ketika mencoba menghadapi perilaku buruk anak akibat rasa cemburu, anda perlu meletakkan diri di posisi mereka. Bila anak memahami mengapa anak merasa demikian, anda akan dapat membantu mereka keluar dari belenggu rasa iri hatinya. Hal lain yang perlu diingat adalah penetapan waktu dan tahap perkembangan anak.

Seiring bertambahnya usia anak, anda dapat membantunya untuk memahami konsep berbagi dan bahwa ayah boleh selalu memeluk ibu ataupun sebaliknya. Dengan memusatkan diri pada situasi yang terjadi, menggunakan imajinasi, simpati, serta dibantu dengan bujukan, anda akan dapat menghalau badai dan mengembalikan kedamaian dalam diri buah hati anda. Kecemburuan memang sulit diatasi dan kadang tak terlihat.

Jangan berprasangka bahwa kecemburuan menjadi alasan setiap pertengkaran, walaupun kadang – kadang hal itu muncul di saat tidak terduga. Daripada berprasangka bahwa anak itu cemburu, lebih baik anda beranggapan bahwa mereka hanya ingin bermain bersama. Cara berpikir seperti ini akan membantu anda dan ibu-ibu lainnya untuk menjadi lebih sabar.

Anak-anak lebih mudah untuk bersimpati pada kesedihan dan kemalangan teman-temannya daripada ikut merasa senang atas kebahagiaan mereka. Oleh karena itu, anak perlu diajarkan mengenai kecemburuan dan cara mengatasinya. Salah satu caranya adalah dengan mengajak anak berlatih merespon kebahagiaan dan prestasi orang lain melalui permainan peran.

Sebagian besar anak memiliki batas kesabaran untuk berbagi mainan dengan temannya sebelum merasa lelah, kesal dan akhirnya cemburu. Ketika si kecil bertambah usia dan lebih terbiasa dan cemburu bisa dikendalikan untuk waktu yang lebih lama.