Pustakawan Berkarya: Kembangkan Fungsi Rekreasi Perpustakaan melalui Permainan Edukatif

Sebagaimana Fungsi Perpustakaan  bagi pemustaka dan masyarakat tertuang jelas dalam pasal 1 ayat 1 UU.No.43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, yakni  bahwa “perpustakaan adalah institusi pengelola karya tulis, karya cetak dan/karya rekam, secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi  kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka”. Fungsi rekreasi yang dikembangkan di sini adalah, bagaimana Perpustakaan selain menyajikan informasi penting, juga menghadirkan efek refresh bagi pemustakanya, baik pemustaka yang bertujuan mencari informasi semata atau yang bertujuan ganda, apalagi untuk memperkenalkan Perpustakaan kepada anak-anak.

Untuk mewujudkan fungsi rekreasi tersebut, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau Delviana Fransiska, S.Sos., M.I.Kom yang baru sebulan ini diaktifkan kembali Fungsional Pustakawannya setelah berhenti sementara dikarenakan menjalani beasiswa pendidikan tugas belajar dari Provinsi Riau bertepatan dengan Sempena Hari Kartini yang diselenggarakan oleh Dipersip Provinsi Riau menghibahkan beberapa permainan edukatif ke Perpustakaan Soeman Hs Provinsi Riau yang diterima langsung oleh Kabid Pelayanan Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi Ibu Odor Juliana Sidabutar, S.Pi yang didampingi Kasi pelayanan Perpustakaan Ibu Herawaty, S.Sos dan Pustakawan Lainnya di ruang Layanan anak-anak Perpustakaan Soeman Hs. Untuk mengajak dan mengenalkan Perpustakaan ke anak-anak tidak mudah perlu cara khusus untuk membuat anak-anak tertarik datang ke Perpustakaan’ ujar devi sapaan akrabnya. Salah satunya melalui sebuah permainan, anak-anak jika mendengar kata-kata permainan pasti senang, jadi kita buat anak-anak senang dulu setelah itu baru kita kenalkan kalau di Perpustakaan ada Permainan edukatif, trik Devi dalam memperkenalkan Perpustakaan kepada anak-anak.  Devi yang jebolan magister Ilmu Perpustakaan Universitas padjadjaran Bandung ini langsung mempraktekkan permainan edukatif kepada pemustaka anak-anak yang datang berkunjung. Ternyata Pemustaka anak-anak ini langsung menyukainya. Fasilitas di layanan anak-anak juga ada permainan edukatif lainnya seperti computer game, pengenalan Globe dengan pen digital, dan boneka tangan untuk mendongeng tapi koleksi permainan edukatif seperti puzzle berbahan kayu, Uno, congklak, dan huruf abjad berbahan kayu ini koleksinya memang belum ada, ujar Kabid Pelayanan Perpustakaan. Permainan edukatif ini nantinya akan kita layankan juga di mobil keliling setiap car free day (CFD) hari Minggu pagi, agar orangtua mengajak anaknya untuk bermain bersama distan mobil keliling kita, ‘harap ibu Odor.

Permainan edukatif merupakan permainan yang bertujuan untuk merangsang daya pikir anak-anak diusia dini untuk berlatih awal dalam berfikir dan belajar memahami, menganalisa, serta mengamati berbagai jenis maupun bentuk dari beberapa jenis permainan edukatif yang ada. Anak-anak adalah pribadi yang unik yang tidak pernah kita ketahui apa yang menjadi keinginan dan yang dipikirkannya ketika mereka sedang bermain karena pada saat itu mereka selalu ingin tahu dengan apa yang mereka lakukan. Sejalan dengan Ikrar yang dicanangkan Pustakawan Perpustakaan Nasional RI yaitu Ikrar Bersama sebagai bentuk komitmen menjadi bagian dari program Pustakawan Berkarya.

Ikrar Pustakawan Berkarya diwujudkan dalam Pancakarya Pustakawan Perpusnas, sebagai berikut :

  1. Melakukan perubahan
  2. Memberikan kemudahan akses informasi
  3. Mengedukasi masyarakat dalam pemanfaatan layanan perpustakaan dan informasi
  4. Berperan aktif dalam meningkatkan literasi untuk kesejahteraan
  5. Mengadvokasi masyarakat dalam pengembangan perpustakaan

Semoga Pustakawan khususnya di Provinsi Riau terus bergerak aktif melakukan perubahan-perubahan kecil yang berdampak besar dalam mengedukasi masyarakat serta pemanfaatan layanan Perpustakaan dan Informasi. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.

SALAM LITERASI!!