Tingkatkan Literasi Kebudayaan, Perpustakaan Soeman HS perkenalkan sejarah Marhum Pekan

Bagikan ke Media Sosial

Shares

  Dipersip.riau.go.id. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan provinsi Riau melalui program Jendela Literasi dan Inspirasi Kita (JELITA) menghadirkan JELITA Berseri Madani singkatan dari Belajar Sejarah Riau Madani yang membahas informasi sejarah Marhum Pekan Pada Rabu (23/02/2022). Kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan literasi kebudayaan dan kewarganegaraan sesuai fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi dan pusat literasi bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau- Mimi Yuliani Nazir selaku inisiator program JELITA menjelaskan bahwa kegiatan peningkatan literasi melalui pengenalan sejarah ini merupakan wujud dari perjuangan kita kepada masyarakat untuk tidak melupakan sejarah. “Di Kegiatan JELITA yang merupakan program literasi Provinsi Riau dengan Dipersip Riau sebagai leading sector ini mempunyai banyak program literasi, termasuk literasi tentang sejarah ini, hari ini kita akan mengetahui siapa sebenarnya pendiri Kota Pekanbaru yang disebut-sebut sebagai Marhum Pekan, bersama narasumber kita Ketua TP2GD Pekanbaru, Bapak Ayat Cahyadi sekaligus wakil Wali Kota Pekanbaru. Kita perlu mengetahui tentang sejarah, karena kita lahir dari sejarah” Ujar Mimi. Selain itu Mimi juga menjelaskan bahwa Perpustakaan Soeman HS ditetapkan sebagai Pusat CEO (Center Of Excellence) untuk Regional Sumatra. Sehingga pengenalan akan sejarah dan pengetahuan tentang kebudayaan daerah di wilayah Sumatra ada di Perpustakaan Soeman HS.

Acara yang ditayangkan langsung dari kanal Youtube Dipersip, Kanal Youtube Infopublik dan Live instagram ini mengangkat informasi tentang sejarah pendiri Kota Pekanbaru, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau yang dikenal sebagai Marhum Pekan. Dalam paparannya, Ayat Cahyadi yang menjabat sebagai Wakil walikota Pekanbaru Sekaligus Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah Pekanbaru menilai sultan kelima dari Kerajaan Siak ini layak sebagai pahlawan nasional atas jasanya sebaga pendiri Kota Pekanbaru. Sosok panglima besar yang dikebumikan  di Pusara Komplek Marhum Pekan.

Hadir juga sekretaris TP2GD-Iskak. Menurutnya Marhum Pekan sangat layak dijadikan Pahlawan Nasional. Sebab berdasarkan persyaratan-persyaratan yang ada sudah sangat layak. Adanya peninggalan sejarah yang bermanfaat bagi masyarakat, adanya kegigihan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Semuanya sudah tersedia.” Untuk itu pengenalan terhadap sosok pendiri Kota Pekanbaru sekaligus Sultan ke lima dari Kerajaan Siak ini perlu digaungkan. Selain dapat memberikan pelajaran yang bermanfaat dari ketokohan dan perjuangan beliau, sejarah yang ditinggalkan juga bisa dijadikan sebagai pusat wisata sejarah di Riau.”. Ujar Iskak.